Proyek MRT Gubeng-Juanda Dipastikan Tidak Terganggu Rencana Tol Tengah

By on January 20, 2011

Proyek mass rapid transit (MRT) berbasis kereta listrik rute Stasiun Gubeng-Bandara Juanda dengan konsep rel ganda atau double track railway elevated tidak akan terpengaruh rencana proyek pemerintah pusat lainnya di Surabaya.
Proyek MRT senilai Rp 1,2 Triliun tersebut dipastikan tidak tergaanggu dengan proyek tol tengah kota yang menyisakan polemik itu. Sebab jalur MRT sebagian besar memanfaatkan lahan milik PT KA yang di sekitar rel kereta api saat ini.

“Ada atau tidak ada tol tengah, kereta ini akan tetap jalan. Selain itu, jalurnya tidak akan saling bertabrakan,” tegas Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim Hadi Prasetyo kepada wartawan di kantornya, Jalan Pahlawan, Kamis (20/1/2011).

Untuk tahap awal itu, akan dibangun tiang pancang dahulu di rute Aloha War-Sedati Juanda, atau sepanjang 270 meter dengan dana Rp 30 Miliar dari APBN pada tahun 2011 ini. Hanya saja, desain stasiun di terminal bandara sedang dilakukan revisi. Tidak di atas, namun akan dibangun posisi underground atau di bawah tanah.

“Karena jika elevated akan menganggu radar pesawat. Hal ini diminta oleh PT Angkasa Pura I dan Administrator Juanda setelah melakukan rapat koordinasi,” katanya.

Pembangunan tahap awal itu, Hadi memperkirakan akan selesai 4 tahun, “Rencana awal semua dana ynag digunakan adalah APBN tidak ada dana sharing dari APBD Jatim. Jadi kalau APBN lancar, saya kira 4 tahun akan selesai pembangunannya.

Sesuai roadmap proyek kereta listrik rel ganda sepanjang 110 Km yang terintegrasi dengan berbagai kota di Jawa Timur itu sebelumnya telah ditandatangani oleh Menteri Perhubungan saat dijabat Djuasman Syafeii Djamal dan Gubernur Jatim Imam Utomo pada 5 Agustus 2008.

Proyek itu terbagi atas dua tahap. Tahap I, skenarionya terdiri atas ruas Kandangan (Sby)-Surabaya-Waru-Sidoarjo sepanjang 42 km termasuk program double track dan membuat jalur rel yang ditinggikan (elevated).

Tahap ini juga termasuk perbaikan stasiun dan pembangunan sejumlah perhentian (shalter). Tahap II berupa pembangunan jaringan KA menjadi double track untuk
ruas Kandangan Surabaya-Lamongan, Surabaya-Mojokerto, Waru-Sidoarjo-Porong Sidoarjo-Bangil Pasuruan.

Angkutan kereta listrik yang terintegasi di Surabaya dan sekitarnya sebenarnya telah melalui proses studi lembaga asal Prancis, Societe Nationale des Chermins de fer Francais pada 1994. Waktu itu alokasi total pengembangan kereta listrik teritegrasi yang menghubungkan Surabaya, Lamongan, Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto sebesar Rp 17,39 triliun.

(Surabaya, City Guide)

Sumber : http://surabaya.detik.com/read/2011/01/20/170755/1550899/466/proyek-mrt-gubeng-juanda-dipastikan-tidak-terganggu-rencana-tol-tengah?y991101465
2011-01-20-081-Proyek MRT Gubeng-Juanda Dipastikan Tidak Terganggu Rencana Tol Tengah

Share Trans Surabaya Posting @

Author: Administrator

Saya adalah Anang Fahmi Syarif, a.k.a Amik. Tinggal di Sidoarjo-Surabaya dalam keseharian

Leave a Reply

  • (not be published)